Juara 3 lomba ROBOT INTERNASIONAL

3 siswa SD Muhammadiyah 21 Surabaya meraih juara 3 mendapatkan medali Perunggu di Internasional Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Kuala Lumpur pada tanggal 23 – 27 Mei 2012

Juara 3 lomba ROBOT INTERNASIONAL

3 siswa SD Muhammadiyah 21 Surabaya meraih juara 3 mendapatkan medali Perunggu di Internasional Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Kuala Lumpur pada tanggal 23 – 27 Mei 2012

Bersama Ibu Walikota Surabaya

Tidak hanya jagoan sekolah, ternyata anak-anak SD Muhammadiyah 21 Surabaya berprestasi diluar sekolah bersama ibu Walikota Surabaya mereka berpose bersama senyummmm..... kena dech

Pentas Seni Siswa Se-kota Surabaya

Banyak kegiatan di SD Muhammadiyah 21 Surabaya, salah satunya ikutan lomba. Gak main-main lho pesertanya SD se-kota Surabaya. Mereka bisa menyulap alat yg sudah gak kepakai bisa ngeluarin suara merdu

KEGIATAN SOSIAL

Wowwww..... salut buat anak-anak SD Muhammadiyah 21 Surabaya, selain prestasinya segudang tapi amal ibadahnya TOP BeGeTe

Sabtu, 02 Juni 2012

Sang Juara












Sang Juara meraih prestasi dinegeri Jiran

3 SISWA SD MUH. 21 SURABAYA MERAIH JUARA 3
DI EVENT ROBOT INTERNASIONAL.

            Kuala Lumpur TS. Patutlah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah tatkala 3 nama siswa dari SD Muh. 21 dipanggil untuk menerima medali perunggu di ajang Internasional Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Kuala Lumpur pada tanggal 23 – 27 Mei 2012. Sesuatu yang sangat membanggakan dan sebuah bukti bahwa kita dalam mendidik anak-anak untuk membina bakat khususnya dalam robotik tidaklah main-main.
            Perhelatan yang begitu ketat dan peserta yang boleh dikata sudah berpengalaman dalam robotika sempat membuat hati 3 siswa kita ragu dan pesimis. Namun keyakinan dan harapan serta do’a mental juara Moh. Sultan Nuruddin, Moh. Fahmi Syahril dan Alvin Bima B. yang semua masih duduk di bangku kelas IV dapat menumbangkan pesaing-pesaing dari berbagai sekolah baik luar negeri atau dalam negri sendiri.
            Event Internasional Islamic School Robot Olympiad (IISRO) dilaksanakan di Kuala Lumpur – Malaysia merupakan event Internasioanl yang pertama kali dan diperuntukkan bagi sekolah – sekolah Islam yang ada di belahan dunia. Mereka datang dan bertemu untuk saling mengenal antar bangsa dan menjalin ukhuwah Islamiyah. Dalam event tersebut terdiri dari 9 kategori lomba robot, dan peserta dapat mengikuti setiap kategori tersebut.
            Sungguh luar biasa, sebelum mengikuti event Internasional tersebut, SD Muh. 21 Surabaya mempersiapkan siswa-siswa untuk dilatih selama hampir 5 bulan dan menambah jam khusus dalam latihan robotik. Mereka di drill dan digembleng dalam merakit dan memprogram robot. Dalam memprogram robot pun siswa diberi jatah khusus latihan, bahkan 3 siswa tersebut berlatih lagi di rumah masing-masing.
            perjalanan yang panjang dan melelahkan selama hampir 5 bulan tersebut, ternyata tidaklah sia-sia. Sekolah SD Muhammadiyah 21 Surabaya telah membuktikan bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berdo’a, maka impian kita pun InsyaAllah terwujud.Bravo SD Muhammadiyah 21 Surabaya. 



PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH
DAN PERAN SERTA ALUMNUS


Oleh : YAHYA AM, S.Pd.I.
(Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 21 Surabaya)

Pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. Input yang baik tidak otomatis menjadi jaminan terjadinya peningkatan mutu. Bahkan selain input dan proses masih juga memperhatikan keragaman peserta didik, kondisi lingkungan dan peran serta masyarakat.
Pendekatan baru yang dipertimbangkan lebih cocok untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah pendekatan yang berbasis pada sekolah masing-masing. Pendekatan ini dikenal dengan "Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah". Konsep ini menawarkan kerjasama yang erat antara sekolah dalam hal ini ajelis Dikdasmen, masyarakat yang meliputi masyarakat setempat, masyarakat pengguna, masyarakat "peduli" dan alumnus, Tidak kalah pentingnya juga peran serta pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan pemerintahan setempat, dengan peran dan tanggungjawabnya masing-masing. Sekolah harus kreatif dan dinamis dalam mengusahakan peningkatan mutu dengan peningkatan kemandirian sekaligus masih dalam kerangka acuan kebijakan pendidikan Muhammadiyah, Nasional dan Daerah. Selengkapnya >>>>